penyakit kelinci di musim hujan
Penyebabdan Cara Mencegah Penyakit Kelinci di Musim Hujan 1. Cuci Rumput untuk Pakan Kelinci. Jangan beranggapan kalau hujan akan membersihkan debu debu yang menempel pada rumput. 2. Mengambil Rumput di Waktu yang Tepat. Sebisa mungkin kalian perhatikan waktu pengambilan rumput untuk pakan kelinci.
Kelinci Bagi siapa saja yang menderita alergi, dilema kuno adalah ini: "Apakah saya membuat teman hewan saya dan menderita, atau apakah saya mengikuti saran dokter saya dan menyerah sobat berbulu saya?" Saya mengembangkan alergi yang cukup parah sebagai orang dewasa. Bagi saya tidak pernah pertanyaan: hewan saya adalah bagian dari keluarga saya dan akan tetap begitu.
Berikutadalah jenis-jenis penyakit yang mudah menjangkit di saat musim hujan & cara mencegah serta mengatasi penyakit itu. Penyakit di Musim Hujan: Diare. Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri di usus besar yang mengakibatkan BAB menjadi encer. Jika infeksi menjadi lebih parah, BAB bisa jadi akan mengandung darah.
Padasaat musim hujan biasanya menjadi bagian yang cukup merepotkan bagi penghoby dan peternak kelinci karena pada musim ini biasanya mulai timbul penyakit kembung dan mencret pada kelinci walaupun faktor hujan bukanlah merupakan faktor utama pemicu dari penyakit ini seperti pakan yang diberikan dan sanitasi kandang juga bisa menjadi pemicu
Caracepat mengobati kelinci mencret secara alami - Mau budidaya atau beternak kelinci? eits tahu dulu penyakit mencret berikut ini. Mencret pada kelinci sangat sering terjadi terutama di musim penghujan seperti saat ini. Sedangkan untuk penyebabnya, mencret pada kelinci sangat beragam namun di bawah sudah dirinci secara mendetail dibawah.
Site De Rencontre Fonctionnaire De Police. Penyakit Yang Menyerang Kelinci Pada Musim Hujan Merawat Kelinci. Para peternak kelinci selalu was-was ketika musim-musim penghujan sudah mulai datang. Pada awal bulan oktober, november, desember semakin banyak laporan mengenai kematian kelinci secara mendadak. Banyak laporan masuk dari para peternak kelinci kematian mendadak tidak hanya pada anak kelinci tapi juga untuk kelinci indukan. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah musim hujab yang membawa kematian pada kelinci anda? Jawabannya tentu saja tidak, karena kelinci anda tidak kehujanan dan yang kedua apakah kelinci di alam bebas juga mati mendadak ketika musim hujan tiba? Musim hujan membawa perubahan terutama pada suhu dan kelembaban rata-rata udara. Keadaan ini tentunya tidak berpengeruh bagi kelinci tapi berdampak sangat baik untuk perkembangan berbagai macam protozoa, bakteri dan juga virus. Hujan menyebabkan rumput menjadi basah dan menjadi tempat yang sangat baik bagi pertumbuhan eimeria yang menyerang tubuh kelinci. Kelinci dewasa dengan daya tahan tubuh lemah tentunya akan terkena imbasnya. Untuk mengurangi resiko kematian tentu saja obat tidak akan bekerja secara maksimal. Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah tersebut adalah sebagai berikut Rumput basah karena hujan bukan berarti hujan menyapu debu yang melekat pada rumput. Gerimis malah membuat rumput semakin kotor terutama hujan yang terjadi daerah kota yang kemungkinan sudah tercemar dan mengandung asam. Sebaiknya mencuci ulang rumput pakan kelinci sebelum diberikan kepada kelinci anda, Perhatikan waktu pengambilan rumput pakan, sebisa mungkin mengambil rumput dalam keadaan kering atau pada saat matahari siang jam 11 sedang terik karena pada kondisi ini matahari dihantam panas matahari yang mampu mengurangi bakteri. Rumput kering sama buruknya dengan rumput basah karena debu yang berterbangan bisa menyerang kelinci anda. Sebaiknya cuci rumput tersebut kecuali bagi peternak di desa yang jauh dari keramaian kota, namun tidak salah memastikan kebersihan pakan karena ada resiko tercemar pestisida. Kandang lembab dapat membuat serangan penyakit dan memperburuk scabies pada kelinci. Kemungkinan kandang lembab jauh lebih banyak menyimpang bibit penyakit dibandingkan dengan kandang kering. Upaya penempatan kandang kelinci pada tempat yang terkena panas matahari pada jam 7 sampai dengan jam 9 paling tidak mendapatkan sinar matahari selama setangah jam karena sinar matahari ini sangat baik untuk kesehatan baik untuk kelinci aupun mahluk lain. Jangan memberikan air minum yang ditampung dari air hujan karena air hujan juga tidak memerikan jaminan kebersihan air. Gunakan air pam yang sudah diendapkan terlebih dahulu sebelum memberikan air tersebut kepada kelinci. Peternak di kota-kota besar mendapatkan masalah berupa penurunan kualitas air tanah sebagai air minum namun bagi peternak dari desa masih aman-aman saja. Lokasi
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Saat ini kelinci tidak kalah tenar dengan hewan lain seperti kucing dan anjing sebagai hewan peliharaan. Bentuknya juga imut, lucu dan menggemaskan. Akan tetapi memang tak sejinak kucing atau anjing, tapi kelinci punya kelebihan lain yaitu bisa dibudidayakan untuk dimanfaatkan penyuka hewan yang menjadikan kelinci sebagai hewan peliharaan sudah bisa ditemui dibanyak daerah. Demikian juga peternakan kelinci sudah banyak berdiri dimana-mana, baik untuk kelinci hias, kelinci pedaging, atau perpaduan dari keduanya. Pada proses perawatan kelinci, musim hujan bisa dikatakan lebih berat penanganannya dibandingkan musim panas. Apalagi bagi peternak yang punya kelinci peliharaan banyak, yang otomatis kandangnya juga banyak/luas. Hal ini dikarenakan musim hujan akan membuat lingkungan atau kandang menjadi lebih lembab sehingga potensi timbulnya penyakit lebih besar. Berikut beberapa tips perawatan kelinci pada musim hujan, agar kelinci tetap sehat dan bisa tumbuh berkembang dengan baik. 1. Jaga asupan makanan dan air Pakan yang bagus dan berkualitas berperan penting dalam pertumbuhan kelinci. Kelinci harus diberi pakan secara teratur pada musim hujan. Kelinci akan mudah terserang diare dan juga kembung apabila kondisi perutnya kosong. Selain itu kelinci juga tergolong hewan yang suka banget ngemil, jadi ketersediaan pakan harus selalu diawasi. Untuk ketersediaan airnya juga harus tetap diberikan walaupun musim hujan. Air juga berperan penting dalam metabolisme tubuh kelinci. Bila airnya sudah kotor, segeralah ganti agar tidak menimbulkan penyakit. Penggunaan botol sebagai tempat air, akan lebih menjaga kebersihan air dibandingkan bentuk mangkok atau Beri tambahan vitaminSelain asupan makan minum yang cukup, perlu juga ditambahkan nutrisi dan vitamin A juga B untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya, karena biasanya hawa dingin gampang membuat imun kelinci turun. Cara pemberiannya bisa dicampur dengan makanan atau minumannya, bisa juga melalui Jaga kenyamanan dan kehigienisan kandangKondisi kandang juga tak kalah penting dalam pemeliharaan kelinci. Ketika musim hujan usahakan tiupan angin tidak langsung mengenai kelinci. Udara musim hujan biasanya lembab, jadi suhunya pasti dingin. Disekitar kandang kelinci bisa ditutup terpal atau plastik untuk menahan angin agar tidak mengenai kelinci secara langsung. Disisi yang lain usahakan kondisi kandang tetap kering tidak sampai lembab. Ini untuk mencegah kandang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau virus penyebab penyakit. Jadi walaupun ada penutup untuk menahan angin masuk, ketika matahari terik, penutup tersebut bisa dibuka untuk membiarkan sinar matahari bisa masuk kandang. Ini penting untuk menjaga sirkulasi udara dan agar kandang tidak menjadi pengap dan kandang juga harus diperhatikan. Kotoran atau sisa pakan harus segera dibersihkan jangan sampai menumpuk. Demikian juga tempat minumnya, harus selalu dijaga kebersihannya. Untuk menjaga kehigienisan kandang, gunakan juga disinfektan ketika membersihkan kandang. Biosepty bisa menjadi pilihan. Biosepty adalah disinfektan alami yang berfungi untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur. Selain itu, Biosepty juga bisa untuk menetralisir bau kantoran malam hari gunakan juga lampu pijar sebagai penerangan kandang, karena kelinci juga hewan yang aktif di malam hari. Selain sebagai penerangan, lampu pijar juga bisa menjaga keadaan kandang agar tetap hangat. 1 2 Lihat Hobby Selengkapnya
Cara Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Ternak Kelinci Hama dan Penyakit Ternak – Ternak kelinci merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan perawatan dan kedisiplinan dalam pemeliharaannya. Ketidakdisiplinan peternak dalam menjaga kebersihan kandang dapat menimbulkan kerugian akibat matinya ternak karena serangan penyakit. Kandang dan lingkungan yang kotor akan memicu perkembangan serangga, jamur atau organisme penyebab penyakit pada kelinci. Selain itu, penyakit pada ternak kelinci juga disebabkan karena kebutuhan nutrisi dan gizi tidak terpenuhi dengan baik. 17 Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Ternak Kelinci 1. Penyakit Gudig/Kudis Scabies pada Kelinci Penyakit gudig, kudis atau scabies pada ternak kelinci disebabkan oleh tungau Darcoptes scabies. Bagian tubuh kelinci yang sering diserang penyakit ini adalah tepi telinga. Gejala Penyakit Gudig/Kudis pada Ternak Kelinci a. Gejala serangan tungau Darcoptes scabies terlihat dengan timbulnya bintik-bintik coklat pada bagian tepi telinga. b. Gejala tersebut biasanya akan menjalar ke sekitar mata, hidung dan pangkal kuku jari kaki. c. Pangkal kuku jari kaki kelinci yang terserang akan membengkak dan berwarna kemerahan, d. Jika tidak segera diobati, penyakit gudig akan menjalar keseluruh bagian tubuh kelinci. Pengendalian Penyakit Gudig/Kudis/Scabies pada Kelinci a. Menjaga kebersihan kandang kelinci dan lingkungan sekitarnya, b. Kelinci yang terserang diisolasi agar tidak menular pada kelinci lainnya, c. Mengolesi bagian yang luka menggunakan salep belerang 2-3 kali sehari, d. Pemberian obat wormektin dengan menyuntikkan pada bagian bawah kulit kelinci yang sakit tidak sampai masuk kedalam daging. 2. Penyakit Sembelit pada Kelinci Sembelit atau susah buang air besar pada ternak kelinci disebabkan oleh pemberian pakan kering yang tidak seimbang dengan kebutuhan air. Gejala Sembelit pada Kelinci a. Ternak terlihat gelisah, b. Air kencing sangat sedikit Pengendalian Sembelit pada Kelinci a. Memberi pakan dan minum yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kelinci, b. Memberi pakan hijauan yang mengandung serat tinggi. 3. Penyakit Flu Kelinci Pilek/Influenza Penyakit pilek pada kelinci disebabkan oleh virus/bakteri. Meskipun tergolong penyakit ringan dan tidak berbahaya, namun jika tidak segera diobati dapat berakibat fatal. Lingkungan kandang yang lembab/kurang sinar matahari dapat memicu perkembangbiakan virus/bakteri penyebab flu pada kelinci. Gejala Penyakit Pilek/Flu pada Kelinci a. Nafsu makan ternak kelinci menurun, b. Kelinci mengalami bersin-bersin dan malas bergerak, c. Hidung dan lubang hidung kelinci terlihat basah dan kaki kelinci sering menggaruk bagian tersebut, d. Pada serangan berat dan lama akan menyebabkan peradangan pada rongga hidung dan menyebabkan gangguan pernafasan Sehingga kelinci menjadi lemas dan mati. Pengendalian Penyakit Flu/Pilek pada Ternak Kelinci a. Bagian hidung kelinci penderita diseka menggunakan kain lembut dan air hangat, kemudian dilap hingga kering, b. Kemudian diolesi salep zinooxida dan ternak kelinci dijemur sebentar, c. Atau ditetesi menggunakan obat tetes influenza, d. Kelinci penderita flu/pilek diletakkan pada kandang yang lebih hangat, d. Usahakan kandang kelinci menghadap ke arah timur agar cukup mendapatkan sinar matahari. 4. Penyakit Radang Puting Susu pada Kelinci Susu Membengkak dan Mengeras Mastitis Puting susu atau susu kelinci membengkak dan mengeras biasanya disebabkan oleh tidak keluarnya air susu atau keluar hanya sedikit. Hal tersebut karena anak kelinci yang lahir hanya sedikit atau anak kelinci tidak mau menyusu induknya. Bisa juga disebabkan karena penyapihan yang tidak benar, yaitu terlalu cepat melakukan penyapihan/mendadak sebelum waktunya sehingga air susu yang masih diproduksi tidak keluar. Gejala Puting Susu atau Susu Kelinci Membengkak a. Puting susu ternak kelinci membengkak dan mengeras serta berwarna merah muda, b. Jika dipegang/disentuh terasa panas dan keras, c. Lama-lama kulit disekitar puting susu kelinci berwarna gelap, d. Jika tidak segera diobati, puting susu/susu kelinci bisa pecah. Cara Mengatasi Puting Susu/Susu Kelinci Membengkak dan Mengeras a. Kelinci tidak mau menyusui apabila lingkungan disekitar kandang tidak nyaman dan bising/berisik yang membuat ternak kelinci gelisah. Oleh sebab itu, usahakan agar kandang terasa tenang dan tidak bising. b. Jangan melakukan penyapihan sebelum waktunya, biarkan induk kelinci menyusui sampai waktu normalnya, yaitukurang lebih 40-45 hari, c. Induk kelinci yang sedang menyusui tidak dipindah-pindah tempatnya agar kelinci tidak stres dibiarkan berada pada kandang dimana kelinci tersebut melahirkan. 5. Penyakit Mencret/Diare pada Ternak Kelinci Penyakit mencret/diare pada ternak kelinci sering dianggap hal yang biasa, padahal mencret bisa menyebabkan kematian. Ternak kelinci yang mengalami mencret jika dibiarkan dapat menyebabkan perut kelinci kembung dan tidak jarang mengakibatkan ternak mati. Penyakit mencret/diare pada kelinci bisa disebabkan oleh pakan yang diberikan. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan ternak kelinci mengalami diare/mencret ; a. Ternak kelinci diberi pakan yang sudah basi, b. Ternak kelinci hanya diberi pakan hijauan yang tinggi kandungan airnya, c. Pakan hijauan diberikan dalam keadaan masih sangat segar, d. Waktu dan jumlah/porsi pakan yang diberikan pada ternak kelinci tidak tetap tidak teratur dalam memberi pakan, e. Memberi pakan tidak seimbang antara pakan berserat kasar dengan pakan tidak berserat serta kadar protein yang tidak seimbang dengan kebutuhan ternak kelinci. Gejala Mencret/Diare pada Ternak Kelinci a. Nafsu makan ternak kelinci menurun atau bahkan hilang nafsu makannya, b. Kelinci malas bergerak, lebih sering diam di pojok/sisi kandang, c. Bulu-bulu tubuh kelinci terlihat kasar, d. Perut kelinci kosong, e. Kotoran encer. Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Diare/Mencret pada Ternak Kelinci a. Memberikan pakan yang seimbang antara pakan berserat dengan pakan tidak berserat, b. Memberikan pakan dengan kadar protein yang sesuai dengan kebutuhan ternak kelinci, c. Pakan hijauan diberikan setelah agak layu, d. Kelinci yang menderita mencret/diare diberi pakan batang dan daun kacang-kacangan yang sudah dikeringkan. Bisa juga dicampur dengan daun pisang kepok yang agak muda, e. Mencampur pakan dari ampas tahu dengan obat mencret manusia dengan dosis yang disesuaikan dengan ukuran tubuh dan usia kelinci, f. Pakan dari ampas tahu harus selalu diganti dengan yang baru, g. Kelinci yang terserang mencret diberi perasan air kunyit melalui mulut dengan dosis 2-3 ml. 6. Cacingan pada Kelinci Cacingan pada kelinci disebabkan oleh cacing pita, Toxocara canis, cacing tambang, cacing gelang, Ancylostama caninum, Uncinaria stenochepala dan cacing cambuk. Cacing parasit tersebut kadang keluar bersama feses/kotoran dan dapat menular ke kelinci lainnya. Gejala Cacingan pada Kelinci a. Nafsu makan ternak kelinci turun/hilang, b. Tubuh kelinci kelihatan kurus, c. Tubuh lemah dan pucat Cara Pengobatan Cacingan pada Kelinci a. Menjaga kebersihan kandang, b. Memberi pakan yang bergizi dan bersih, c. Pemberian obat cacing. 7. Penyakit Radang Mata pada Kelinci Penyebab radang mata pada kelinci bisa karena bakteri, debu, asap atau benda kecil lainnya. Bisa juga karena kelinci suka menggosok-nggosokkan kepala atau pipinya ke dinding kandang/benda keras hingga mengenai mata. Aktifitas ini umumnya terjadi pada kelinci jantan yang sedang birahi. Gejala Radang Mata pada Kelinci – Keluarnya air mata yang menyebabkan bulu disekitarnya basah dan kusam, Cara Pengobatan Radang Mata pada Kelinci a. Pengobatan menggunakan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, streptomycin dan penicillin b. Obat diteteskan pada mata kelinci atau dioleskan. 8. Penyakit Berak Darah coccidiosis pada Kelinci Penyebab penyakit berak darah pada ternak kelinci adalah bakteri Isospora bigemina. Penyakit ini menyerang usus dan hati dan bila menyerang anak kelinci resiko kematiannya tinggi. Gejala Penyakit Berak Darah coccidiosis pada Kelinci a. Gejalanya yaitu nafsu makan hilang, b. Tubuh kurus dan bobot badan turun, c. Perut membesar, dan d. Mencret yang bercampur darah. Pengobatan Penyakit Berak Darah coccidiosis pada Kelinci a. Dengan sulfaquinxalin atau obat-obatan berbahan aktif Sulfa lainnya, b. Cara pengobatan dicampur dengan air minum dosis 12 ml per liter air. c. Atau melalui injeksi penicillin, Sulfa Strong dan Oxylin 9. Makan Bulu Kekurangan pakan yang mengandung serat dan mineral bisa menyebabkan kelinci memakan bulunya sendiri atau bulu kelinci lainnya. Biasanya hal ini terjadi pada kelinci muda yang sedang tumbuh dewasa dan dipelihara secara koloni. Gejala ditandai dengan turunnya nafsu makan, bulu menjadi kasar dan terjadi gangguan pencernaan. Pencegahan dilakukan dengan memberi pakan berserat tinggi dan menambahkan garam pada pakan. 10. Penyakit Berak Encer pada Kelinci Enteritis Penyebab penyakit berak encer pada kelinci belum diketahui. Gejala Berak Encer pada Kelinci a. Kelinci kehilangan nafsu makan/nafsu makan turun, b. Kelinci malas bergerak dan badannya lemah, c. Bulu-bulu terlihat kasar, d. Perut kembung dan diare bercampur nanah, e. Kadang-kadang gigi bergeser. Cara Mengobati Berak Encer pada Kelinci – Pemberian larutan chlortetracycline, axytetracycline pada air minum 11. Penyakit Kudis Telinga/Kanker Telinga/Tungau Telinga Kelinci Penyebab penyakit kudis/kanker telinga kelinci adalah kutu Psoroptes cuniculi. Kutu ini hidup dan menyerang permukaan kulit bagian dalam telinga. Gejala Penyakit Kudis Teinga Kelinci Gejalanya yaitu kelinci suka menggeleng-gelengkan kepalanya karena telinga terasa gatal dan sering digaruk sehingga menimbulkan goresan. Kulit telinga bagian dalam keras, bersisik dan berwarna coklat. Cara Pengobatan Kudis Telinga Kelinci – Kudis telinga dapat diobati menggunakan zalf, scabisix 12. Penyakit Sore Hocks Popodermatis Penyakit yang disebut popodermatis ini disebabkan oleh alas kandang yang keras, kasar dan tidak nyaman, kelinci kelibihan berat badan akibat kelainan genetik. Penyakit ini mengakibatkan bulu kaki kelinci terkelupas dan kulit kaki terluka. Gejala Penyakit Sore Hocks Popodermatis pada Kelinci a. Bulu kaki terkelupas, biasanya berbentuk lingkaran, b. Kulit kaki terluka dan terjadi peradangan. Cara Pengendalian dan Pengobatan Penyakit Sore Hocks Popodermatis pada Kelinci a. Membuat alas kandang dari bahan yang halus dan tidak kasar, b. Mengontrol berat badan kelinci, c. Bersihkan luka menggunakan air hangat dengan antiseptik, d. Mengolesi obat luka. 13. Penyakit Pasteurellosis pada Kelinci Pasteurellosis adalah penyakit gangguan pencernaan pada ternak kelinci. Penyebab penyakit pasteurellosis pada kelinci adalah kuman Pasteurella multocida. Penyakit ini sering menyerang kelinci dewasa, baik jantan maupun betina. Gejala Penyakit Pasteurellosis pada Kelinci a. Feses/kotoran kelinci berwarna putih, b. Serangan dimulai dari saluran pencernaan bagian atas, c. Infeksi menjalar ke uterus, testicles dan kelenjar susu. Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Pasteurellosis pada Kelinci a. Selalu membersihkan kandang dari feses/kotoran kelinci, b. Ventilasi kandang yang baik dapat mengurangi timbulnya penyakit penyakit pasteurellosis, c. Memelihara jenis kelinci yang tahan pasteurella dan vaksinasi, d. Pengobatan dengan cara disuntik menggunakan sulfadiazin atau penicillin dengan dosis 1 ml/kg berat badan. 14. Penyakit Radang Paru-paru Pneumonia pada Kelinci Penyakit Penumonia radang paru-paru pada ternak kelinci disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida. Dan juga kondisi kandang yang terlalu terbuka sehingga ternak sering terkena aliran angin secara langsung, udara lembab, dan pemberian pakan bernutrisi rendah. Gejala Penyakit Radang Paru-paru Pneumonia pada Kelinci a. Kelinci mengalami kesulitan bernafas, b. Sering mengangkat kepala tinggi-tinggi karena kesulitan bernafas, c. Mata dan telinga kebiru–biruan, kadang keluar cairan bernanah, d. Kotoran encer/mencret Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Radang Paru-paru Pneumonia pada Kelinci a. Memelihara kelinci dalam kandang yang tidak terkenan aliran angin secara langsung, b. Ventilasi kandang yang baik sehingga udara didalam kandang selalu segar, c. Memberi pakan yang bergizi, d. Pengobatan dengan Sul-Q-Nox pada makanan atau minuman. 15. Penyakit Bisul pada Kelinci Penyakit bisul pada ternak kelinci disebabkan oleh penggumpalan darah kotor di bawah kulit. Cara pengendalian yaitu dengan mengeluarkan darah kotor melalui pembedahan kemudian diberi obat luka. 16. Penyakit Kulit Kepala Kelinci Penyakit kulit kepala pada kelinci disebabkan oleh jamur. Gejalanya yaitu timbul semacam sisik pada kulit kepala. Pengendalian dengan mengoleskan bubuk belerang. 17. Penyakit Impaction pada Kelinci Penyakit ini merupakan gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya sumbatan pada lambung maupun caecum. Sering terjadi pada kelinci muda yang disapih sebelum 3 bulan. Penyebab penyakit ini yaitu stres, kekurangan air, konsumsi makanan yang berlebih dan anak kelinci kekurangan nutrisi. Gejala Penyakit Impaction pada Kelinci a. Perut kelinci tampak membesar, b. Tidak bisa mengeluarkan feses/kotoran, c. Berat badan turun, d. Anus kelinci mengeluarkan seperti gel. Cara Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Impaction pada Kelinci a. Memberi minum yang cukup, b. Memberi pakan dengan kandungan serat 13-20% c. Memberi pakan yang mudah dicerna oleh kelinci. Demikian tentang “17 Penyakit Kelinci, Penyebab, Gejala dan Cara Pengendaliannya“. Semoga bermanfaat… Salam mitalom !!!
JAKARTA, - Bagi pemilik tanaman di kebun, hujan merupakan sebuah berkah yang disambut baik. Namun, terkadang hujan yang terus-menerus dapat membuat tanaman di kebun mengalami banyak masalah. Dilansir dari Gardening Know How, Selasa 14/12/2021, cuaca yang terlalu basah bisa menyebabkan penyakit pada tanaman melalui bakteri dan jamur patogen yang dipupuk oleh kelembapan jangka panjang pada daun serta sistem akar. Baca juga 9 Kiat Perawatan Tanaman Cabai di Musim Hujan Hujan yang berlebihan atau terus-menerus bisa menyebabkan tanaman mengalami penyakit kerdil, bintik-bintik pada dedaunan, pembusukan pada daun, batang, atau buah, tanaman layu, bahkan tanaman mati. Cuaca hujan yang ekstrem juga mencegah penyerbuk mempengaruhi pembungaan dan pembuahan. Namun, dengan pemantauan dan pengenalan awal, Anda dapat menghindari masalah-masalah tersebut. Baca juga 9 Tips Merawat Bunga Mawar saat Musim Hujan agar Tidak Layu dan Mati Penyakit yang dapat menyerang tanaman saat musim hujan Ada pun sejumlah penyakit yang dapat menyerang tanaman saat musim hujan tiba seperti berikut ini. Antraknosa Jamur antraknosa menyebar pada pohon yang tengah berganti daun dan selalu hijau selama musim hujan berlebih. Biasanya, jamur ini mulai muncul pada cabang tanaman yang lebih rendah, lalu secara bertahap menyebar ke atas juga Simak, 8 Tips Menanam Cabai Saat Musim Hujan Disebut juga hawar daun, antraknosa muncul sebagai lesi gelap pada daun, batang, bunga, dan buah dengan daun gugur prematur. Untuk memerangi jamur ini, buang sisa-sisa pohon selama musim tanam. Pangkas daun untuk meningkatkan aliran udara dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Semprotan fungisida dapat bekerja, tetapi tidak praktis pada pohon besar. Baca juga Cara Mengatasi Tanaman yang Rusak akibat Hujan Lebat Embun tepung PIXABAY/WILLFRIED WENDE Ilustrasi penyakit embun tepung atau powdery mildew pada tanaman. Embun tepung atau jamur tepung adalah penyakit umum lainnya yang disebabkan oleh hujan berlebih. Jamur ini terlihat seperti pertumbuhan tepung putih pada permukaan daun dan menginfeksi dedaunan baru dan tua. Tanda dari penyakit ini umumnya daun tanaman rontok sebelum waktunya. Angin membawa spora embun tepung dan dapat berkecambah tanpa kelembapan. Untuk membasmi jamur ini, dapat menggunakan sinar matahari, mengaplikasikan minyak nimba, belerang, bikarbonat, dan fungisida organik dengan Bacillus subtillis atau fungisida sintetis. Baca juga Trik Menanam Cabai pada Musim Hujan agar Bebas Penyakit Antraknosa Jamur kudis Jamur kudis menyebabkan daun menggulung dan menghitam serta muncul bintik hitam pada daun semak mawar saat musim hujan. Hawar api Hawar api adalah penyakit bakteri yang menyerang pohon buah-buahan seperti pir dan apel.
Setiap orang memiliki ketertarikan masing masing dalam memilih hewan peliharaan. Hewan peliharaan seperti sahabat bagi manusia, bahkan ada yang menganggap seperti anggota keluarga sendiri yang dirawat dan disayang setiap memelihara hewan di rumah ada bermacam macam, diantaranya sebagai hobi, teman untuk menghilangkan kesepian atau menambah keramaian, dan ada pulayang diternakkan dalam hal ini diperjual belikan untuk hal satu yang dijadikan favorit sebagai hewan peliharaan ialah kelinci. Kelinci biasa digambarkan sebagai hewan yang sangat menyukai wortel dan mempunyai kemampuan berlari yang sangat cepat. Kelinci juga mempunyai ciri khusus pada giginya yang adalah hewan yang rentan pada pergantian cuaca, kelinci sering tidak dapat bertahan hidup ketika menghadapi cuaca dingin. Kelinci menyukai lingkungan dengan suhu kondusif antara 15 sampai dengan 20. Baca juga mengenai cara memelihara kelinci di kelembaban udara sekitar 60 sampai dengan 90% atau kategori sejuk. Kelinci bisa mati di musim hujan dikarenakan diare atau kebersihan yang buruk sehingga banyak bakteri merugikan yang menyerang. Lalu bagaimana cara yang kita lakukan agar kelinci dapat bertahan di musim hujan? Berikut tips nya ya sobat 1. KandangLetakkan kandang kelinci kelinci di posisi yang terhindar dari terpaan angin dingin atau hujan. Segera keringkan bulu kelinci dengan kain kering jika ia terkena hujan atau basah. Air dingin membuat suhu tubuhnya turun drastis, jika ini terjadi akan membuat ia tidak mau makan dan minum, bahkan bisa cepat kebersihan kandangnya sepanjang hari agar kering dan tidak lembab, jangan sampai tersimpan banyak kotoran di dalamnya. Bersihkan dengan disinfektan atau pembersih khusus yang bisa anda dapatkan di toko perlengkapan hewan agar kuman yang berkembang lenyap. Berikan kandang yang lebar agar ia lebih leluasa dan nyaman dalam bergerak kurang lebih 4 kali dari ukuran badannya. Baca juga mengenai cara membersihkan VentilasiPastikan kandang kelinci terkena sinar matahari tetapi bukan sinar matahari yang langsung menyorot atau langsung mengenai kelinci anda, cukup cahaya matahari yang tidak begitu terik. Sinar matahari diperlukan untuk menerangi dan mengeringkan kandang sekaligus membunuh kuman penyakit yang ada di yang lembab menimbulkan banyak kuman, berikan sirkulasi yang baik pada kandang kelinci agar udara selalu segar dan kering. Letakkan kandang pada tempat yang memiliki udara yang baik, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Baca juga mengenai cara mengobati MakananCuaca dingin menyebabkan perut kelinci kosong, hal itu bisa membuatnya masuk angin, kembung, dan terkena sakit diare. Ganti makanannya setiap hari untuk mencegah makanan basi dan kotor. Di musim hujan perbanyak makanan yang mengandung karbohidrat dan makanan berupa rumput yang basah mengakibatkan ia mudah terkena kembung dan diare karena rumput susah dijemur di musim hujan sehingga kadar air nya masih tinggi dan kemungkinan terdapat bakteri di dalamnya yang menyebabkan penyakit pada pencernaan. Bersihkan tempat makan nya terlebh dahulu setiap anda memberikan makanan MinumanUntuk jumlah air minum tidak dibatasi karena ia butuh air agar tidak dehidrasi. Air aman diminum kelinci karena umumnya awet atau tidak basi dalam jangka waktu yang lama. Tetap periksa kondisi air secara rutin, ganti secara berkala setiap pagi dan sore atau ketika air terlihat VitaminBeri asupan vitamin B dan vitamin A untuk ketahanan tubuhnya agar lebih kuat menghadapi musim dingin. Bisa diberikan dengan cara langsung melalui makanan atau disuntikkan setiap 2 minggu Beri PeneranganDi malam hari beri penerangan secukupnya kurang lebih 5 watt pada kandang kelinci, ia butuh cahaya terang selama 17 jam sehari, penerangan di malam hari juga bermanfaat untuk menghangatkan Pahami Gejala SakitWaspadalah jika kelinci anda terlihat tidak seperti biasanya, tanda kelinci sakit diantaranya Terlihat agak lemas, tidak banyak melakukan aktivitasNafsu makan menurun dan minum air lebih banyakBulu kusam dan rontokUrin keruh dan kental, kotoran lebih kecil dari biasanyaKuku tidak terlihat, mata sayuJika gejala tersebut terjai pada kelinci anda, segera bawa ke dokter hewan8. Siapkan ObatPenyakit yang sering menyerang kelinci di musim hujan ialah diare, untuk penyakit ini, anda bisa mengobati sendiri dengan 3 pupus daun jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang, dan garam sepucuk sendok teh. Berikan obat tersebut untuk pertolongan pertama, jika diare masih berlanjut, bawa ke dokter Cegah StresKelinci tidak menyukai dan mudah stress akibat bunyi yang bising misalnya kebisingan suara karena suara hujan, mesin cuci, pemotong rumput, dan peralatan rumah tangga lainnya yang berbunyi keras. Jangan dekatkan kelinci dengan hewan lain misalnya dari anjing atau kucing, karena kelinci akan kaget dan stres jika hewan tersebut mendekati kandang nya. Cuaca dingin membuat kelinci mudah lemah, jika ditambah dengan stres tentu akan membuat ia tidak dapat bertahan hidup Perbanyak KomunikasiKelinci adalah hewan sosial yang senang berinteraksi, beri perhatian pada kelinci anda, jika ia terlihat kedinginan, beri tirai pada kandangnya agar ia lebih nyaman. Sekali waktu keluarkan ia dari kandang nya dan ajak bermain, mengelus bulu nya membuat tubuh kelinci terasa hangat, bermain juga dapat membuat kelinci terhindar dari Cara MembersihkanMerendam kelnci di dalam air apalagi di musim hujan berbahaya bagi kelinci, bersihkan tubuh kelinci tanpa membuatnya kedinginan dengan cara sebagai berikut Pegang kelinci dengan lembut, sikat bulunya dengan sikat khusus bulu tepung jagung pada bagian tubuhnya yang kotor dan sisir untuk membersihkan kuku kelinci terpaksa menggunakan air akibat tubuhnya kotor, lakukan dengan kain lembut yang diberi air hangat, lalu keringkan bulu nya dengan pengering Jadwal Rutin ke KandangBuat jadwal rutin untuk memeriksa kelinci anda dan kondisi kandang ny, jangan sampai karena kesibukan anda tidak menghiraukan nya. buat jadwal misalnya setiap pagi dan sore untuk memastikan kondisi nya sehat dan baik baik Kesehatan yang MerawatKesehatan anda juga penting, bayangkan jika anda terkena sakit dan tidak bisa merawat kelinci anda. Anda juga wajib menjaga kesehatan dan kebersihan diri agar tidak menularkan penyakit pada kelinci anda. Tanpa adanya anda dalam kondisi baik, maka kondisi kelinci anda pun tidak akan disini dulu ya sobat pembahasan kali ini mengenai cara merawat kelinci di musim hujan. Semoga bisa membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan terima kasih sudah membaca dan berkunjung ya sobat. Salam hangat dari juga mengenai cara merawat kelinci anggora dan cara mencegah kucing hamil.
penyakit kelinci di musim hujan